Jadi Arsitek (Tidak) Harus Jago Gambar?

architecture drawing, architectural drawing, architecture sketch, architectural sketch, house sketch, house drawing

 

Sebenarnya, dulu saya sudah pernah menulis artikel dengan judul ini sebelumnya, beberapa kali malah. Berawal dari kekhawatiran seorang adik kelas yang (mengikuti jejak saya) masuk jurusan arsitektur tapi mengaku kurang ahli dalam urusan gambar-menggambar.

 

Artikel pertama saya yang membahas perkara ini berubah jadi semacam cerita curhat bersambung yang tidak selesai dan bertele-tele. Saya putuskan untuk menghapusnya. Artikel berikutnya saya tulis berdasarkan sebuah thread di Kaskus yang bernada sama dengan topik yang saya angkat. Sayangnya, saya akhirnya malah keasyikan meng-copy-paste postingan-postingan yang ada di thread tersebut sehingga lupa bahwa harusnya saya menulis, bukannya menyalin artikel. Lagipula, yang tidak mengikuti thread-nya di Kaskus barangkali akan kesulitan memahami artikel tersebut.

 

Singkat cerita, saya menulis kembali versi terbaru (saya kurang yakin kalau jadi yang terakhir) artikel berjudul โ€˜Jadi Arsitek Harus (Jago) Gambar?โ€™ ini. Saya harap, redaksinya lebih enak dibaca dan mudah dipahami.

 

Bagi yang masih penasaran, silahkan baca artikel lengkapnya di Arsitek-tung! >>ย Jadi Arsitek (Tidak) Harus Jago Gambar?

 

Rangkuman:

 

Sudah lumrah kalau arsitektur sering dikaitkan dengan gambar-menggambar. Tapi, perlu dipahami bahwa arsitek tidak sama dengan tukang gambar. Kemampuan menggambar memang penting, tapi bukan yang utama atau satu-satunya (lagipula, empat tahun waktu kuliah bukan waktu yang singkat untuk belajar menggambar yang baik). Ada faktor-faktor lain yang lebih penting untuk dimiliki sebagai seorang arsitek, seperti ide dan konsep rancangan, daya bayang ruang yang baik, dsb. Jadi, jangan jiper dulu kalau punya minat terhadap dunia arsitektur tapi masih ragu-ragu mendaftar kuliahnya cuma karena kurang pede dengan kemampuan menggambar.

4 responses to “Jadi Arsitek (Tidak) Harus Jago Gambar?

  1. Ya setuju, arsitek itu bukan tukang gambar. Tukang gambar itu anak STM, tapi alangkah lebih bagusnya memang jika sang arsitek Jago Gambar, menyalurkan ide kreatifnya lebih mudah…. Salam kenal…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s