Aku dan Kasur: Hubungan yang Halal

Berarti mungkin bisa dibilang selama ini gue lebih banyak menikmati hubungan tidak halal sama kasur gue. Waduh.

Out of Cave

“Kenapa kamu nggak menyelesaikan urusanmu segera, mandi, salat; supaya kamu bisa segera tidur, menikmati hubungan yang halal dengan kasur.”

Malam itu aku menginap di rumah Hana. Sekarang dia punya kasur yang besar, nggak kayak di asrama dulu. Sudah begitu kasurnya mengundang sekali, ditambah selimut yang kalau pagi bisa jadi musuh dalam selimut, membuat orang tergoda untuk bolos kuliah.

Sepertinya aku bakal terus mengingat-ingat cara pandang ini. Iya, kalau kita cinta sama kasur ya harus membuat hubungan itu jadi halal, harus dipersiapkan dengan matang. Masa baru sampai kamar, mentang-mentang capek, ujug-ujug langsung minta dipeluk kasur?

Nggak boleh, belum halal itu.

Lihat pos aslinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s