Pamer Tugas: Perancangan Arsitektur 1 – Mari Bermain Sedotan!

lempeng batang

 

Lempeng dan batang adalah kata kunci untuk tugas PA 1 yang satu ini. Unsur batang dirupakan dari material sedotan polos warna putih dan unsur lempeng diwakili oleh lembaran rubber shield. Yah, meskipun begitu, gue lebih suka ngasih judul tugas ini “Mari Bermain Sedotan!” sih. Lebih catchy, trendy, dan funky aja.

Instruksi untuk tugas ini kurang lebih masih sama kayak tugas-tugas sebelumnya: buatlah sebuah gubahan yang estetis. Hanya saja, kali ini keberadaan unsur lempeng dan batang harus dijadikan fokus utama dalam merancang. Material sedotan yang dipakai mewakili unsur batang secara otomatis lebih banyak memunculkan eksplorasi terhadap aspek irama. Tapi, aspek estetika lain seperti aksentuasi, keseimbangan, dan unity tetap harus diperhatikan.

Untuk desain kali ini, gue nggak memakai cara berpikir yang rumit. Sebatas eksperimen bentuk dan tatanan sama penilaian estetika visual aja. Jadi cuma perkara coba-coba dan sreg-nggak sreg aja. Tapi, satu hal yang gue pelajari dalam pengerjaan tugas ini adalah kesadaran bahwa kegiatan merancang itu merupakan suatu proses yang bergerak dan berkembang secara berkesinambungan, bukan proses yang statis. Mulai dari ia masih berupa ide yang mengendap di otak, proses penuangannya dalam bentuk sketsa atau gambar, eksekusi ide, sampai akhirnya produk akhirnya jadi. Bahkan, dalam skala arsitektur yang lebih besar, mungkin saja proses itu tidak berhenti hanya sampai bangunannya jadi, tapi masih berlanjut tanpa ada batasan waktu tertentu.

Contoh nyatanya adalah ketika gue sampai pada tahap eksekusi ide dalam proses pengerjaan tugas ini. Gue memulai proses kerja gue dari sketsa terlebih dahulu sebelum mulai membuat produknya. Setelah mencoba beberapa alternatif ide, gue putuskan yang akan gue pakai adalah sketsa yang satu ini:

DSCN2366

Gue udah cukup yakin bahwa rancangan tersebut dapat diwujudkan dengan mudah dan persis kayak ide rancangannya. Nyatanya, ketika gue mulai mengeksekusi ide tersebut dan bekerja langsung dengan materialnya (sedotan dan rubber shield), gue menemukan ada kendala-kendala yang memaksa gue untuk keluar dari ide awal gue. Dari awalnya gue mereka-reka ide dari otak dan gue gambarkan dalam sketsa, akhirnya gue melakukan eksperimen bentuk dan tatanan langsung dengan materialnya. Singkat cerita, inilah hasil akhir produk gue (klik gambar untuk memperbesar):

 

Meskipun masih ada sedikit “remah-remah” dari rancangan awal gue dalam produk akhir ini, tetep aja hasil akhir karya gue ini bisa dibilang sepenuhnya berbeda dari ide awalnya. Sebuah proses desain sepertinya memang tidak ditentukan untuk mati dalam bentuk gambar, tapi tetap hidup bersama produk desainnya itu sendiri.(*)

9 responses to “Pamer Tugas: Perancangan Arsitektur 1 – Mari Bermain Sedotan!

    • bisa iya bisa tidak. sebenarnya tugas-tugas di mata kuliah ini memang untuk menstimulasi kepekaan mahasiswa terhadap bentuk-bentuk yang estetis, jadi belum menuju bangunan arsitektur yang sebenarnya. jadi, bisa dianggap sculpture atau ya gubahan bentuk biasa.🙂

    • terima kasih.🙂

      seinget saya itu nempelnya pake lem G, sejenis sama lem alteco. kalau rubber sheet-nya saya beli di toko alat tulis dekat kampus. biasanya di toko2 yg menjual bahan maket juga biasanya ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s