Pamer Tugas: Perancangan Arsitektur 1 – Ukir!

ukir

Masih dari PA 1 dan masih berupa “prakarya”, tugas yang akan gue tampilkan kali ini gue beri judul Ukir. Disebut demikian karena instruksi dari tugas ini adalah membuat dua massa pokok geometrikal yang “diukir” kemudian disatukan. Syaratnya, dua massa tersebut mewakili masing-masing bentuk tiga dimensi yang berunsur lipatan (kubus, limas, prisma, dsb.) dan lengkungan (kerucut, silinder, dsb.). Massa-massa ini boleh ditampilkan dengan sedikit “diselewengkan” atau meminjam istilah dosen gue, “digoda”, dengan cara dipangkas, dimiringkan, dicoak, dsb. asalkan tetap menampilkan sosok yang geometris.

Sebelum disatukan, masing-masing massa ini diolah terlebih dahulu dengan menambahkan ukiran di permukaannya. Yang dimaksud dengan ukiran di sini sebenernya adalah pelubangan yang dibuat berpola pada permukaan massa sehingga menambah kesan estetisnya. Tentu saja polanya disesuaikan dengan karakter massanya, pola kaku geometrikal pada massa lipatan dan pola organik/ floral pada massa lengkungan. Nah, di situlah letak tantangannya. Bagaimana dua massa, termasuk dua jenis pola ukiran yang seolah bertolak belakang tadi dapat digubah menjadi satu kesatuan yang laras dan serasi.

Gue sendiri sebelumnya sempat mengajukan gubahan massa yang terdiri dari sebuah kubus dan sebuah silinder ramping yang sedikit dimiringkan dan dibenamkan pada salah satu sudut kubus. Pola ukirannya gue rancang sebagai satuan-satuan kecil yang menyebar dari titik pertemuan dua massa tadi ke seluruh permukaan gubahan, semakin jauh dari titik temunya semakin berkurang intensitasnya.

Hanya saja, waktu tugas itu gue bawa ke studio untuk asistensi dan gue lihat hasil karya temen-temen gue yang lain, kok kayaknya penataan massa gue cenderung biasa ya. Sepertinya gue kurang berani “menggoda” gubahan sendiri terlalu jauh. Walhasil, di pertemuan berikutnya, tanpa sempat asistensi lagi, gue masukin tugas yang sepenuhnya berbeda dari rancangan awal gue untuk pengumpulan. Dan inilah dia hasilnya (klik gambar untuk memperbesar):

Emang sih, masih ada kekurangannya, kayak misalnya pola ukiran pada massa silinder yang kurang koheren dengan elemen rancangan yang lain dan proporsi silindernya sendiri yang sampai saat ini masih belum pas menurut gue. Tapi gue cukup puaslah sama hasil akhirnya. Apalagi, sepertinya dosen pembimbing gue cukup kepincut sama bentukan massa “segitiga” yang gue bikin. Sampai-sampai beliau sempat nunjukin salah satu sketsa ide bangunannya yang menurut asumsi gue terinspirasi sama gubahan massa gue. Demikian atau guenya aja yang ke-ge-er-an sih. Hehehe… (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s