Pamer Karya: Perancangan Arsitektur 1 – Remas!

Mata kuliah Perancangan Arsitektur 1 (yang gue ikuti untuk ketiga kalinya) tahun ini, nggak seperti sebelum-sebelumnya,dibuka dengan kegiatan yang agak berbeda: remas-meremas.Meskipun sebenarnya akan jauh lebih menggairahkan bagi para pria kalau yang diremas itu sesuatu yang bulat, kenyal, dan empuk, misalnya… adonan roti, kali ini yang diremas cukuplah selembar kertas tipis ukuran A4 saja. Insruksinya sendiri sangat sederhana: silahkan meremas selembar kertas tersebut sebebas-bebasnya, terserahlah mau gimana juga, asalkan hasil akhirnya dapat dinilai sebagai sesuatu yang estetis. Selain diremas, kertasnya juga boleh dilipat, dipuntir, dsb. selama unsur remasan tetap muncul sebagai yang utama. Setelah beres, gubahan tersebut diletakkan di atas alas berupa karton cokelat tebal seukuran A4. Posisi gubahan terhadap alas dipertimbangkan sebagai poin penllaian tersendiri untuk segi penataan.

And, this is it! Inilah hasil remasan gue:

Gubahan tersebut adalah perbaikan dari hasil kerja gue sebelumnya yang asal-asalan dan nggak rapi karena diselesaikan secara spontan dalam satu pertemuan sesuai instruksi dari Pak Salatoen, dosen koordinator alias bosnya mata kuliah PA 1.

Selama proses penyelesaian tugas perdana ini, nggak ketinggalan pula dijelasin aspek-aspek estetika yang digunakan sebagai tolok ukur oleh para dosen untuk menilai hasil karya mahasiswa secara objektif. Karena masih sangat awam di dunia arsitektur (maba ya, bukan gue yang jelas-jelas udah kekenyangan ikut kelas ini), aspek estetika yang dijelasin pun masih yang dasar banget meliputi:

  • Irama

Sama seperti lagu, arsitektur juga memiliki irama yang diwujudkan melalui penataan elemen-elemennya, baik berupa pengulangan unsur maupun pemunculan ritme berupa ukuran besar-kecil, gradasi warna, dsb.

  • Keseimbangan

Bentuk yang simetri pastinya paling gampang dicari keseimbangannya. Yang lebih menantang adalah menciptakan bentuk asimetri namun tetap dapat dirasakan keseimbangan proporsinya. Keseimbangan sendiri dapat dicapai dengan memperhatikan baik arah, proporsi massa atau bidang, maupun warna yang meninmbulkan kesan berat-ringan.

  • Aksen

Aksen bisa dibilang sebagai pencuri perhatian dari suatu karya, yakni suatu elemen yang paling menonjol dan berbeda baik dari segi ukuran, bentuk, maupun warna.

  • Unity

Unity atau kesatuan adalah suatu unsur penyatu atau “benang merah” yang menghubungkan antarelemen dalam sebuah komposisi, sehingga, meskipun terpisah-pisah, elemen-elemen tersebut dapat tetap dinikmati sebagai satu kesatuan.

Yah, begitulah kira-kira penjelasan singkatnya. Nah, kalau menurut ngana, dengan kriteria seperti itu, kira-kira tugas gue ini dapet nilai berapa ya? (*)

2 responses to “Pamer Karya: Perancangan Arsitektur 1 – Remas!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s