Seri Fiksi Mini + Cerita Seratus Kata

LAYAR KOMPUTER | hanya sebentar ia memandangiku sebelum kemudian aku yang berlama-lama menatapinya tertidur di depanku.
***

DIA BILANG HENDAK BERGADANG SEMALAM | Tapi pada akhirnya hanya komputernya yang terjaga semalaman. Dia tertidur.

***

SAKSI BISU

Saya melihatnya, Pak polisi! Saya bangun semalaman kemarin.

Awalnya, saya cuma nemenin Adi ngerjain tugasnya yang numpuk. Tapi dia malah ketiduran, ninggalin saya melek sendirian. Sekitar jam dua pencurinya masuk trus ngacak-acak kamar kosan ini. Jago banget dia Pak, nyongkel pintu aja nggak bunyi.

Wajahnya? Agak kurang jelas sih, soalnya dia pake topeng gitu. Itu lho, apa, balaclava? Ya, itu. Yang jelas dia tinggi, dempal, trus perutnya rata, kayaknya dia fitness deh Pak.

Ya kalau saya dipanggil ke kantor buat jadi saksi sih nggak masalah Pak. Tapi perkara gimana orang-orang nanti percaya sama kesaksian sebuah komputer itu urusan Bapak ya?(*)

***

DENGAN BANGGANYA | ia bercerita tentang ribuan temannya di Facebook pada satu-satunya teman yang ia miliki di dunia nyata.

***

ASOSIAL | ia masih saja berharap berteman di kehidupan yang nyata semudah berteman melalui Facebook.

***

TEMAN FACEBOOK

Punyakah kamu seorang teman seperti Febi temanku? Dia tidak istimewa, sangat biasa bahkan. Hanya saja, dia suka sekali dengan Facebook. Terobsesi lebih tepatnya.

Ia senang sekali mengupdate status, lebih senang lagi saat ada orang yang memberi like atau komentar. Kadang-kadang ia juga mampir ke account lain dan memberi komentar balasan. Sayangnya, ia tidak punya banyak teman sungguhan. Karena itulah dia mulai menciptakan teman khayalan, membuat banyak account fiktif hanya untuk bisa berinteraksi secara maya dengan… dirinya sendiri.

Aneh memang, namun dia tetap kuanggap sebagai teman baikku, sebaik aku mengenalnya luar-dalam. Eh, sudahkah kubilang bahwa aku adalah salah satu teman khayalannya?(*)

***

NAK, LIAT KUNCI MOBIL PAPA NGGAK | Nggak tuh, coba cari di Google aja deh, Pa.

***

NAK, TOLONG BELIIN SAYUR DI PASAR GIH | Yaelah, Ma, belanja lewat E-Bay aja, lebih praktis lho.

***

SEMENJAK DIBELIKAN LAPTOP BARU | ia lebih memilih merawat hewan peliharaan virtual di layar komputer daripada kucingnya yang baru saja mati kelaparan kemarin.

***
SEMENJAK MENDAPAT PRINTER BARU | ia memutuskan untuk membuang semua buku beserta pensilnya dan membawa laptop beserta printer tersebut pulang-pergi ke sekolah tiap harinya.

***

MENANG

Pertama-tama, ia bersyukur pada Tuhan yang telah memberinya kesempatan menjadi juri dalam lomba yang diikutinya.

***

MENANG BESAR

Ia berhasil menjadi juara I sekaligus juara II dan juara III, mengalahkan peserta-peserta lain yang tidak pernah mendaftar di kontes ini.

***

CUACA PANAS

Sial, kenapa baru sekarang sih ketemu airnya? Pengin banget aku minum kalau saja aku belum mati dua menit lalu karena dehidrasi.

***

RENANG

Celana, kacamata renang, & baju ganti semua telah kupersiapkan. Aku siap berangkat. Aku memang sangat bertekad untuk belajar renang, terutama setelah mati tenggelam dua hari lalu.

***

KELUARGA MISKIN 1

Waktunya makan malam! Kami pergi ke dapur mengambil piring dan sendok, meletakkannya di meja makan, lalu mulai menyuap bulir-bulir angin yang terhidang di atasnya.

***

KELUARGA MISKIN 2

Setelah selesai berdoa, kami pun menyantap hidangan utama hari ini: sepiring air putih dengan sedikit taburan garam.

***

KONTRADIKSI
Begitu sampai di hotel, Ryan langsung memasuki kamar mandi penuh rasa kemenangan. Dinyalakannya keran, bersiap mencuci muka. Tiba-tiba, ponselnya berdering. Ia pun bergegas mengambilnya.

“Halo.”

“Halo, Pak Ryan. Selamat ya, pidato bapak tentang menyelamatkan air untuk masa depan tadi bagus sekali. Brillian!”

“Ah, bapak bisa aja. Tanpa pidato saya pun, kita sudah seharusnya memperhatikan lingkungan kan Pak.”

“Bapak ini suka merendah ya. Ya sudah, sampai ketemu besok ya Pak.”

Ryan menutup teleponnya, merasa menang lagi. Ia lantas memutuskan untuk sedikit merayakannya dengan musik. Dihampirinya dvd player di meja. Sesaat kemudian, musik rancak mengalun, menenggelamkan suara kucuran air di kamar mandi.(*)

***

AIR MINUM

Ia bersikeras bilang tidak enak, tapi tetap kupaksa. Mau bagaimana lagi, dia toh tetap butuh minum, meskipun airnya tercampur tinja.

***

MASA DEPAN

Seorang ibu menampari anaknya hingga menangis & ditampungnya setiap tetes air mata yang keluar. Sudah bosan antre rupanya keluarga itu.

(Akhmad Imron Fauzi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s