Psikologi Warna dalam Arsitektur

Artikel ini saya muat juga di Arsitek-tung! dengan sedikit perubahan redaksional agar lebih enak dibaca. Baca artikelnya di sini >> Efek Psikologis dan Karakter Warna

 

Warna merupakan salah satu elemen penting dalam arsitektur. Sebuah objek yang serupa tapi diberi sentuhan warna yang berbeda akan menimbulkan kesan yang berbeda pula. Tiap-tiap warna dan karakternya mampu memberi efek secara psikologis tersendiri bagi orang yang melihat. Karakter-karakter tersebut antara lain:

Putih

Memberi arti keaslian, kesan ringan, polos dan murni. Bila terlalu banyak, menimbulkan perasaan dingin, steril, dan terisolasi.

Merah Muda

Melambangkan kasih sayang dan perasaan romantis, kesan lembut serta sosok orang muda bahkan anak-anak.

Merah

Memberi kesan dinamis, enerjik, komunikatif, aktif, bersemangat, sensual, mewah, dan bersifat menstimulasi. Bila terlalu banyak, bisa merangsang perilaku agresif.

Oranye

Menggambarkan sosialisasi yang bersahabat, percaya diri, ramah dan kesan penuh harapan, kreativitas serta vitalitas. Bila terlalu banyak, bisa merangsang perilaku hiperaktif.

Kuning

Mampu memancarkan kehangatan, cahaya dan cerah, memberi inspirasi, mendorong ekspresi diri maupun kemampuan intelektual.

Ungu

Dekat dengan aura spiritualitas, magis, misterius, menarik perhatian, memancarkan kekuatan, menambah imajinasi, sensitivitas dan obsesif.

Biru

Menghadirkan kesan teduh, dingin, hening, damai, tentram, harmonis, dan merangsang kemampuan intuitif. Namun, bila terlau banyak, bisa menimbulkan kelesuan.

Hijau

Menyiratkan kesan alamiah, segar, tenang, sejuk, mendorong perasaan empati, meredakan stress dan menyembuhkan. Tapi bila terlalu banyak bisa menimbulkan kesan terperangkap.

Cokelat

Berkesan natural, membumi, stabil, menghadirkan kenyamanan, keyakinan, keamanan, kesan elegan dan akrab. Bila terlalu banyak bisa berkesan berat atau kaku.

Hitam

Mengandung kekuatan, penuh percaya diri, kesan maskulin, dramatis, penuh perlindungan, klasik dan megah. Bila terlalu banyak bisa menimbulkan perasaan tertekan.

Abu-abu

Menggambarkan kesan serius, damai, independen, dan luas. Bila terlalu banyak, bisa memberi kesan tidak komunikatif.

Agar tidak monoton, warna-warna tersebut dapat dikombinasikan satu sama lain dalam beberapa cara. Yang pertama adalah kombinasi kontras atau komplementer, contohnya warna merah-hijau. Kombinasi seperti ini mampu menimbulkan kesan dinamis, dominan, atau kuat.

Yang kedua adalah kombinasi analog, yaitu kombinasi antara warna-warna yang memiliki karakter serupa, misalnya kuning-oranye. Kesan harmonislah yang dimunculkan oleh kombinasi macam ini.

Berikutnya, kombinasi monokromatis yang memadukan warna-warna dengan intensitas yang sama seperti gradasi ungu tua, ungu muda, dan warna pastelnya.

Terakhir adalah kombinasi kompleks yang memadukan warna apa saja. Kunci dari kombinasi ini adalah kuantitas warna yang dipakai. Untuk menghindari kesan monoton, gunakan satu warna yang dominan dan yang lain hanya sebagai aksen.

Sumber: Majalah ASRI edisi no. 02 Februari 2011

12 responses to “Psikologi Warna dalam Arsitektur

  1. halo ronny..
    tidak sengaja menemukan blog ini pas lg search pelengkap bahan artikel
    saya alumni arsitektur ITS angkatan 2004, sekarang bekerja di griya asri
    kamu angkatan brp? sukses selalu ya🙂

  2. Wah, ternyata warna punya sejuta makna ya… bisa nih jadi panduan kalau ngecat kamar… hehehe

    btw, tertarik sama artikel ini karena headernya Goggle V.. Favorit saya banget itu… hehehehe

  3. bro kalau gw buta warna parsial bisa ga jadi arsitek ? gw udah niat banget buat masuk arsitek gw pelajarin autoCAD sketchup gw beli buku buku yang di rekomendasikan . gimana bro ?

    • waduh, setau gw tidak buta warna (total/parsial) itu udah jadi syarat paling dasar. tapi setau gw pernah ada temen gw yg katanya ikut terapi nyembuhin buta warna gitu, mskipun gw jg gtw hasilnya sih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s