<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Seorang Mahasiswa Arsitektur</title>
	<atom:link href="http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com</link>
	<description>Just another blog of Ronny Fauzi</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Dec 2011 01:44:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mahasiswaarsitektur.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatan Seorang Mahasiswa Arsitektur</title>
		<link>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/osd.xml" title="Catatan Seorang Mahasiswa Arsitektur" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jadi Arsitek (Tidak) Harus Pintar Menggambar (part 2)</title>
		<link>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/08/14/jadi-arsitek-tidak-harus-pintar-menggambar-part-2/</link>
		<comments>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/08/14/jadi-arsitek-tidak-harus-pintar-menggambar-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Aug 2011 02:05:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ronny fauzi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/08/14/jadi-arsitek-tidak-harus-pintar-menggambar-part-2/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam postingan sebelumnya saya sudah jelaskan bahwa kemampuan menggambar bagi seorang mahasiswa arsitektur, meskipun penting, bukanlah yang utama. Lantas apa yang utama? Jawabannya akan Anda temui di akhir posting ini. Namun sebelumnya, saya ingin menjelaskan bagaimana rasanya menjadi seorang mahasiswa arsitektur. Bukannya menakut-nakuti, tapi menjadi seorang mahasiswa arsitektur itu bukan perkara yang mudah -kalau tidak &#8230;<p><a href="http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/08/14/jadi-arsitek-tidak-harus-pintar-menggambar-part-2/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahasiswaarsitektur.wordpress.com&amp;blog=21525196&amp;post=92&amp;subd=mahasiswaarsitektur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam postingan sebelumnya saya sudah jelaskan bahwa kemampuan menggambar bagi seorang mahasiswa arsitektur, meskipun penting, bukanlah yang utama. Lantas apa yang utama? Jawabannya akan Anda temui di akhir posting ini. Namun sebelumnya, saya ingin menjelaskan bagaimana rasanya menjadi seorang mahasiswa arsitektur.</p>
<p>Bukannya menakut-nakuti, tapi menjadi seorang mahasiswa arsitektur itu bukan perkara yang mudah -kalau tidak bisa dibilang berat. Saya sendiri merasa semester awal bagaikan neraka dunia, stres dengan tugasnya. Saya ingat betul sepupu saya suka mengolok-olok bahwa mahasiswa arsitektur itu kerjaannya sudah seperti anak TK saja, menggambar dan mewarnai. Saya sendiri hanya tersenyum kecut. Kalau saya jadi dia -nonmahasiswa arsitektur-pun, saya mungkin akan berpendapat sama. Sayangnya saya tak bisa tertawa selepas dia kalau sudah bicara soal tugas. Dan saya cukup yakin dia pun juga akan mengalami hal yang sama kalau jadi saya.</p>
<p>Meskipun agak miris mengatakannya, tapi sesungguhnya waktu itu saya termasuk beruntung karena tidak mengikuti UKM apapun dan secara kebetulan ospek jurusan -atau yang biasa disebut pengaderan- juga belum dimulai. Praktis, fokus saya hanyalah kuliah. Tapi, toh tetap saja kuliah keteteran. Prestasi terburuk yang saya catatkan waktu itu adalah mendapat nilai D untuk mata kuliah Perancangan Arsitektur 1, matkul utama yang berbobot 6 SKS. Bayangkan! Nilai D untuk mata kuliah 6 sks! Sontak IP saya jeblok. Meskipun ada dua nilai A, tetap saja nilai saya tidak tertolong karena total dua matkul tadi hanya 5 sks. IP saya pun mandeg di angka 2,58, jauh sekali menyentuh 3,00. Reaksi orang tua? Marah sih tidak, tapi rasanya orang tua, terutama ayah saya, ingin memberikan hukuman yang lebih memberatkan dengan mengungkit-ungkit terus IP yang tidak sampai 3 tadi sepanjang semester 2. Nah, apa nggak tekanan batin coba?</p>
<p>Satu hal bisa Anda anggap aneh dari kasus saya adalah bahwa saya tahu pasti alasan mengapa saya dapat nilai D tadi. Dan saya cukup tahu pasti hal itu bahkan tanpa menanyakannya pada dosen pembimbing. Lalu, sekarang apa yang menjadi gambaran Anda tentang diri saya? Saya tahu kekurangan saya namun tetap gagal. Ya, bisa dibilang saya tidak bekerja cukup keras.</p>
<p>Seperti yang sudah saya bilang, kuliah arsitektur itu bukan perkara mudah. Masa SMA saya, sayangnya, tidak membuat saya cukup tangguh untuk menghadapinya. Orang-orang yang tahu asal sekolah saya mungkin akan silau. Bukannya berniat untuk sombong sih, tapi SMA saya memang cukup terpandang di kota Surabaya, beberapa bahkan menyebut sampai tingkat nasional. Tapi satu hal yang perlu Anda tahu, bahwa tidak semua lulusan sekolah favorit juga mempunyai kecemerlangan yang sesuai pamor sekolahnya. Nah, saya termasuk yang tidak semua itu.</p>
<p>Tahun pertama, saya memang sangat pasif. Hanya sekolah, nongkrong di kelas, lalu pulang. Tidak bergaul sama sekali. Baru beranjak ke kelas dua saya mulai ikut OSIS, lalu kepanitiaan sana-sini. Di sinilah orientasi saya mulai berubah. Saya jadi lebih mengutamakan berbagai kegiatan-kegiatan kepanitiaan dan organisasi dibanding urusan akademik. Tidak sampai keteteran amat sih. Tapi itu kan masa SMA. Bahkan saat saya sengaja tidak mengumpulkan tugas pun nilai sejarah saya tetap keluar dan cukup baik.</p>
<p>Parahnya, kebiasaan tadi terbawa sampai saya kelas tiga. Bahkan, saat kelas tiga ini saya sudah mulai beranggapan bahwa pergi ke sekolah adalah bertemu teman-teman &amp; bersenang-senang. Yang ajaib juga adalah bahwa saya memutuskan untuk baru mengikuti ekskul (atau di sekolah saya disebut SS) pada tahun akhir tersebut. Gara-gara hal itu, meskipun secara tidak langsung, saya melepas bimbingan belajar saya selang beberapa bulan masuk, padahal, biayanya sudah dibayar lunas sampai akhir tahun ajaran (saya merasa berdosa kepada kedua orang tua saya untuk hal ini). Pikiran saya waktu itu hanya satu: lulus UNAS. Saya tidak berharap lulus SNMPTN dan sebagainya karena niatan awal saya waktu itu memang tidak kuliah, lebih tepatnya malas kuliah. Soal sekarang saya malah jadi mahasiswa arsitektur itu ceritanya panjang, tidak usahlah saya ceritakan karena curhat saya barusan pun sudah cukup panjang.</p>
<p>Intinya, kurang lebih masa SMA saya itu ngawur. Maka, begitu saya memasuki dunia perkuliahan, saya tidak siap dan saya hancur. Tugas jarang selesai tepat waktu. Kalaupun selesai, hasilnya asal-asalan karena nggarapnya grasa-grusu. Masuk kuliah sering telat. Bolos? Wah, jangan ditanya, jatah bolos legal saya termanfaatkan dengan baik. Alasannya sih karena waktu bolos tadi saya pakai mengerjakan tugas yang deadline-nya sudah mepet dan belum selesai. Alasan yang lain lagi karena saya telat dan sungkan -malas- untuk masuk kelas.</p>
<p>Faktor penyumbang kegagalan saya yang lain adalah asistensi. Asistensi, boleh saya bilang, merupakan kunci utama suksesnya kuliah. Melalui asitensilah kita bisa mendapat ilmu yang benar-benar bermanfaat sekaligus mengetahui keinginan dosen pembimbing kita. Ini penting karena dosen pembimbinglah yang memberi kita nilai, yang menentukan nasib kita. Ibarat dunia profesional, dosen pembimbing adalah klien kita. Arsitek memang berhak mengeksplorasi ide, kreativitas, serta ego pribadinya dalam desain. Namun, mengesampingkan peran klien dalam proses tersebut hanya akan mebuat Anda menjadi seorang arsitek yang terbuang. Saya sendiri melewatkan banyak asistensi karena di saat yang lain sudah siap membawa gambar, paling tidak sketsa atau materi apa pun untuk diajukan ke dosen asisten, saya tidak memiliki apa-apa. Nol. Bahkan saya sudah terlambat sejak proses pengerjaan.</p>
<p>Masih ada lagi hal lain yang perlu Anda ketahui dan ingin saya ceritakan. Tapi mengingat postingan ini sudah cukup panjang, silahkan tunggu dulu sampai saya menyelesaikan part selanjutnya. Saya tidak memaksa Anda untuk terus membaca postingan saya. Hanya saja, saya rasa cukup sayang bagi Anda untuk melewatkannya.</p>
<p>Bersambung&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahasiswaarsitektur.wordpress.com&amp;blog=21525196&amp;post=92&amp;subd=mahasiswaarsitektur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/08/14/jadi-arsitek-tidak-harus-pintar-menggambar-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/58186fb71f06beb04e315095a188c467?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">uzianaknakal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jenis-jenis Pensil dan Penggunaannya</title>
		<link>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/08/10/jenis-jenis-pensil-dan-penggunaannya/</link>
		<comments>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/08/10/jenis-jenis-pensil-dan-penggunaannya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 07:09:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ronny fauzi</dc:creator>
				<category><![CDATA[gambar teknik]]></category>
		<category><![CDATA[info mahasiswa arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[cara menggambar menggunakan pensil]]></category>
		<category><![CDATA[cara menggunakan pensil]]></category>
		<category><![CDATA[gambar arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis pensil gambar]]></category>
		<category><![CDATA[pensil]]></category>
		<category><![CDATA[pensil 2b]]></category>
		<category><![CDATA[pensil hb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Sesuai janji saya sebelumnya, kali ini saya mau ngejelasin jenis-jenis pensil dan macem-macem penggunaannya. Mungkin selama ini kita beli pensil asal beli aja ya, asal bisa dipake nulis ya udah. Padahal pensil itu jenisnya ada banyak banget dan dibedain pake kode-kodean. Biasanya masalah pensil begini banyak dibahas di buku-buku tentang cara gambar atau bikin sketsa &#8230;<p><a href="http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/08/10/jenis-jenis-pensil-dan-penggunaannya/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahasiswaarsitektur.wordpress.com&amp;blog=21525196&amp;post=80&amp;subd=mahasiswaarsitektur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesuai janji saya sebelumnya, kali ini saya mau ngejelasin jenis-jenis pensil dan macem-macem penggunaannya. Mungkin selama ini kita beli pensil asal beli aja ya, asal bisa dipake nulis ya udah. Padahal pensil itu jenisnya ada banyak banget dan dibedain pake kode-kodean.</p>
<p>Biasanya masalah pensil begini banyak dibahas di buku-buku tentang cara gambar atau bikin sketsa gitu. Di buku-buku kayak gitu biasanya penjelasannya lebih lengkap. Cuma yang saya bahas ini saya ambil dari buku Grafik Arsitektur karya Frank Ching. Nggak selengkap buku yang saya sebut tadi sih, tapi lumayanlah buat tahu-tahuan dikit.<span id="more-80"></span></p>
<p><strong>Pensil Gambar</strong></p>
<div id="attachment_82" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/08/pensil-tradisional.jpg"><img class="size-medium wp-image-82" title="pensil tradisional" src="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/08/pensil-tradisional.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">pensil tradisional</p></div>
<p>Gambar ini menunjukkan tangkai pensil tradisional. Karena pensil ini ukurannya relatif besar, maka jenis pensil ini dapat dipakai untuk membuat berbagai jenis garis yang ketebalannya bermacam-macam. Bagi mereka yang baru mulai, perlu belajar bagaimana caranya meruncingkan pensil ini sehingga mereka mahir menarik garis sambil agak memutar pensilnya menurut sumbu pensil.</p>
<div id="attachment_83" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/08/cara-menggambar-dengan-memutar-pensil-pada-sumbunya.jpg"><img class="size-medium wp-image-83" title="cara menggambar dengan memutar pensil pada sumbunya" src="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/08/cara-menggambar-dengan-memutar-pensil-pada-sumbunya.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">cara menggambar dengan memutar pensil pada sumbunya</p></div>
<div id="attachment_81" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/08/pensil-mekanis.jpg"><img class="size-medium wp-image-81 " title="pensil mekanis" src="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/08/pensil-mekanis.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">pensil mekanis</p></div>
<p>Pensil mekanis ini dilengkapi isi pensil yang bergaris tengah 0.5 mm dan tidak perlu diruncingkan lagi. Pensil semacam ini akan tetap tajam. Namun untuk membuat garis yang benar-benar halus dan tetap tegas, pensil ini harus diputar menurut sumbunya pada waktu menarik garis. Untuk garis yang relatif lebih tebal dan jelas, Anda harus menarik pensil Anda beberapa kali. Isi pensil semacam ini yang bergaris tengah 0.3 mm, 0.7 mm, dan 0.9 mm juga ada.</p>
<div id="attachment_84" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/08/pensil-batang-kayu.jpg"><img class="size-medium wp-image-84 " title="pensil batang kayu" src="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/08/pensil-batang-kayu.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">pensil batang kayu</p></div>
<p>Pensil biasa yang batangnya terbuat dari kayu dapat juga dipakai untuk membuat gambar teknik. Kayunya harus dikupas sepanjang 3/4&#8243; sehingga isi pensilnya terbuka dan dapat diruncingkan seperti pensil tradisional.</p>
<p>Ketiga jenis pensil di atas dapat menghasilkan gambar yang sama bagusnya. Mana yang akan Anda pilih tergantung dari Anda sendiri maupun keterampilan Anda menggunakannya.</p>
<p><strong>Isi Pensil</strong></p>
<p><strong>4H</strong><br />
- keras dan padat<br />
- digunakan untuk menggambar rencana yang menuntut ketelitian tinggi<br />
- tidak cocok untuk gambar yang firal<br />
- tidak boleh ditekan terlau kuat sewaktu menggambar karena akan meninggalkan bekas di atas kertas dan sukar dihapus<br />
- jika dipakai untuk meggambar di atas kertas kalkir, hasil cetak birunya tidak jelas</p>
<p><strong>2H</strong><br />
- agak keras<br />
- jenis yang paling keras yang bisa dipakai untuk gambar final<br />
- sukar dihapus jika ditekan terlalu kuat</p>
<p><strong>F </strong>dan<strong> H</strong><br />
- sedang<br />
- cocok untuk segala keperluan<br />
- dipakai untuk membuat rencana, gambar final, dan menulis</p>
<p><strong>HB</strong><br />
- lunak<br />
- dipakai untuk membuat garis dan tulisan yang besar/lebar dan jelas<br />
- perlu kesabaran untuk membuat garis-garis yang halus<br />
- mudah dihapus<br />
- hasil cetak birunya cukup baik<br />
- mudah luntur bila kena gesekan</p>
<p>Tingkat kerasnya isi pensil gambar tergantung dari:</p>
<p>1. Jenis isi pensil yang berkisar dari 9H (paling keras) sampai 6B (paling lunak).<br />
2. Jenis dan sifat permukaan kertas (kasar atau halus); semakin kasar permukaannya, semakin keras pensil yang harus Anda pakai.<br />
3. Permukaan meja/alas kertas gambar; semakin keras permukaannya, semakin terasa lunak pensil yang dipakai.<br />
4. Kelembaban; kondisi udara yang mempunyai kelembaban yang tinggi cenderung memperkeras isi pensil.</p>
<p>Sumber: Grafik Arsitektur edisi ke-3, Frank Ching</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahasiswaarsitektur.wordpress.com&amp;blog=21525196&amp;post=80&amp;subd=mahasiswaarsitektur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/08/10/jenis-jenis-pensil-dan-penggunaannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/58186fb71f06beb04e315095a188c467?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">uzianaknakal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/08/pensil-tradisional.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pensil tradisional</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/08/cara-menggambar-dengan-memutar-pensil-pada-sumbunya.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">cara menggambar dengan memutar pensil pada sumbunya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/08/pensil-mekanis.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pensil mekanis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/08/pensil-batang-kayu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pensil batang kayu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang Perlu Dipersiapkan oleh Mahasiswa Baru Arsitektur</title>
		<link>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/08/08/yang-perlu-dipersiapkan-oleh-mahasiswa-baru-arsitektur/</link>
		<comments>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/08/08/yang-perlu-dipersiapkan-oleh-mahasiswa-baru-arsitektur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 05:06:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ronny fauzi</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat mahasiswa arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[info mahasiswa arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[alat gambar]]></category>
		<category><![CDATA[buku gambar]]></category>
		<category><![CDATA[drawing pen]]></category>
		<category><![CDATA[maba]]></category>
		<category><![CDATA[maba arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa baru]]></category>
		<category><![CDATA[penggaris]]></category>
		<category><![CDATA[sketchbook]]></category>
		<category><![CDATA[yang perlu dipersiapkan mahasiswa arsitektur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/08/08/yang-perlu-dipersiapkan-oleh-mahasiswa-baru-arsitektur/</guid>
		<description><![CDATA[Saya nggak salah kan kalau bilang ini musim liburan? Anak-anak sekolahan emang udah pada masuk sih. Tapi, buat para mahasiswa kayak saya, masih ada sedikit waktu buat bersenang-senang sampai abis lebaran nanti. Yah, mungkin ada yang kejebak semester pendek (bukan ITS pasti) atau, yang masih maba, berurusan dengan ospek dan segala tetek bengeknya. Tapi, selama &#8230;<p><a href="http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/08/08/yang-perlu-dipersiapkan-oleh-mahasiswa-baru-arsitektur/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahasiswaarsitektur.wordpress.com&amp;blog=21525196&amp;post=77&amp;subd=mahasiswaarsitektur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya nggak salah kan kalau bilang ini musim liburan? Anak-anak sekolahan emang udah pada masuk sih. Tapi, buat para mahasiswa kayak saya, masih ada sedikit waktu buat bersenang-senang sampai abis lebaran nanti. Yah, mungkin ada yang kejebak semester pendek (bukan ITS pasti) atau, yang masih maba, berurusan dengan ospek dan segala tetek bengeknya. Tapi, selama itu belum masuk hari kuliah efektif, itungannya tetep aja masih liburan. Pokoknya libur!</p>
<p>Berhubung libur, saya jadi bisa nulis postingan ini, sekaligus buat jadi pengingat para maba arsitektur. Karena, biasanya waktu liburan adalah waktu dimana kantong jadi cepet banget kempes. Padahal, pas masuk kuliah nanti, ada beberapa perlengkapan yang perlu dimiliki dan harganya agak kurang cocok buat bisa dianggep murah. Nah, mumpung uangnya masih ada (kalau emang masih ada sih ya), saya kasih dulu ini daftar benda-benda yang patut dimiliki oleh seorang mahasiswa arsitektur.</p>
<p>Daftar benda ini saya susun berdasarkan pengalaman saya pribadi semester kemarin lho ya. Mungkin emang nanti ada perubahan-perubahan, tapi mengingat benda-benda ini termasuk perlengkapan dasar, Insya Allah pasti kepake. Kalaupun nggak langsung, pasti ada masanya buat ngerasa butuh benda itu. Eh, tapi saya nggak maksa buat punya lho. Saya cuma ngasih rekomendasi. Perkara mau beli atau nggak, ya terserah. Yuk, langsung aja kita ke T&#8230;K&#8230;P&#8230;<span id="more-77"></span></p>
<p><strong>1. Sketchbook A3</strong></p>
<p>Kenapa <em>sketchbook</em>, bukan buku gambar biasa? Pertama, karena <em>sketchbook</em> isinya lebih banyak, jadi nggak usah keseringan beli Kedua, karena <em>sketchbook</em> lebih gampang dan lebih rapi buat dipisahin per lembar. Ini penting soalnya pengumpulan tugas kebanyakan dilakukan dalam bentuk lembaran, bukan jadi satu buku, dikumpulin, trus dibalikin lagi. Nah, kalau pakai <em>sketchbook</em> kan praktis tuh, tinggal sobek. Kalau pakai buku gambar yang distaples tengah itu kan ribet, musti dilepasin dan dibagi lagi pakai gunting atau cutter.</p>
<p>Mata kuliah kayak Komunikasi Arsitektur (Komars) emang ngewajibin mahasiswa buat bikin semacem buku kerja dari kertas HVS A3 yang dijilid spiral dan dikasih<em> cover</em>. Tapi itu cuma dipakai buat buku latihan waktu kuliah. Buat tugas-tugas khusus kayak tugas sketsa atau gambar teknik, biasanya tetep pakai kertas gambar A3. Ngumpulin tugas pakai kertas HVS juga sebenarnya bukan masalah. Cuman, kertas HVS yang tipis bagi saya pribadi agak kurang nyaman dipakai buat ngegambar. Apalagi, kalau dihapus kertasnya gampang banget lecek. Praktis, saya cuma pakai kertas HVS buat asistensi.</p>
<p>Sekedar tips, kalau beli <em>sketchbook</em>, saya saranin beli yang langsung 50 lembar aja. Mereknya kalau saya nggak salah sih Kiky. Saya bilang begini karena biasanya di pasaran ada dua macam <em>sketchbook</em> A3, yang 50 lembar sama yang 30 lembar. Yang 30 lembar harganya emang lebih murah dan mungkin lebih menguntungkan, tapi emang benar pepatah yang bilang ada harga ada mutu. <em>Sketchbook</em> 30 lembar biasanya agak sulit disobek per lembar karena jilidannya yang jelek. Kalaupun udah sobek, mesti ada bekas sobekan yang kasar dan nggak rapi di pinggirannya. Beda dengan <em>sketchbook</em> 50 lembar yang hasil sobekannya halus dan rapi.</p>
<p><strong>2. Pensil</strong></p>
<p>Nggak usah ditulis juga harusnya udah pada tahu kalau pensil bakalan masuk daftar benda wajib punya. Ya yang namanya gambar emang nggak bisa dipisahin dari pensil. Ibarat kata, aktivitas ngegambar itu butuh pensil seakan kegiatan ngupil butuh upil buat diupilin. Yah&#8230; begitulah kira-kira.</p>
<p>Dan karena pangkat udah naik dari murid SMA jadi mahasiswa, apalagi mahasiswa arsitektur, pensilnya ya bukan lagi pensil murah warna-warni yang biasa dibeli di fotokopian. Pensil yang dipakai juga nggak cuma satu. Saya dulu sih diwajibinnya beli empat macem pensil sama dosen Komars, yaitu HB, 2B, 4B, sama 6B. Soal kode-kodean dan jenis pensil ini, ntar coba saya terangin di postingan yang terpisah deh, kalau sempet dan nggak males sih. Ingetin aja.</p>
<p>Yang jelas, pensil-pensil itu semuanya wajib punya soalnya emang dibutuhin buat bikin garis yang ketebalannya beda-beda. Selain itu, boleh juga kok kalau mau nambah pensil yang lain. Belakangan saya jadi suka pake pensil F buat ngerjain tugas Konsbang (konstruksi bagunan) karena pensilnya lumayan keras. Nggak keras-keras banget juga sih. Ya pokoknya pas lah buat gambar teknik. Nggak perlu sering-sering <em>ngongoti</em> juga. Temen saya yang lain waktu tugas sketsa Komars malahan pake pensil EE (nggak pake &#8216;k&#8217;) yang itemnya kayak areng. Bagus sih jadinya, keliatan artistik. Tapi ya dasarnya dia emang pinter gambar sih. <em>Right tools for the right man</em>. Kalau saya yang pake pensil itu, palingan dikira dosen tugas saya abis dipake ngipasin sate sampai pada gosong semua.</p>
<p>Oh, perkara merek pensil sih terserah. Umumnya yang dipakai emang Staedler atau Faber Castell (yg lebih murah 300 perak dibanding Staedler). Tapi kan sekarang ada pensil baru yang mereknya Greebel tuh. Kayaknya boleh juga deh (model iklannya &#8211;&gt; Agnes Monica).</p>
<p>Eh, satu lagi soal pensil. Kalaupun emang udah jadi kebiasaan dari SD sampai SMA, jangan sekali-sekali ya udah mahasiswa begini pensilnya masih diserutin dua sisi atas-bawah. Kenapa? Bukannya apa-apa sih, malu aja liat pensil begituan, nggak <em>cool</em>.</p>
<p><strong>3. Drawing Pen</strong></p>
<p>Sama kayak pensil, <em>drawing pen</em> ini juga butuh beberapa biji yang tebelnya beda-beda. Kalau saya kemarin belinya 0.1, 0.3, 0.5, 0.8, sama 1.0. Tips tambahan, karena <em>drawing pen</em> ini agak menguras kantong, saya saranin beli yang mereknya Snowman aja (ups, promo). Warnanya biru gelap gitu pulpennya. Itu lumayan murah dibanding yang lain dan kualitasnya juga lumayan lah. Khusus ITS, lebih murah lagi kalau belinya di Papyrus (daerah Mulyosari), soalnya di Sakinah stok Snowman-nya kurang lengkap, selisih pula sama yang di Papyrus. Kalau di Sakinah itu yang banyak merek Artline yang agak mahalan dikit.</p>
<p>Itu kalau mau murah lho ya. Kalau kamu ngerasa kaya dan nggak bakal cocok pake barang murah, atau kalau kamu mikir <em>drawing pen</em> itu termasuk instrumen peningkat prestise yang sangat ampuh, misalnya dengan punya drawing pen mahal bikin kamu dikerubutin cewek-cewek, ya silahkan aja beli yang mahal. Banyak kok di toko-toko buku yang gedean kayak Gramedia atau Togamas. Tinggal pilih aja harga yang paling mahal&#8230; Tapi jangan lupa dong, ane dibeliin juga satu set gan, biar keliatan baik hati dan tidak sombong. Hehehe&#8230;</p>
<p>Soal warna, belinya yang item aja. Yang warna-warna sekali dua kali dipake sih, tapi karena nggak keseringan amat, daripada beli mending minjem punya orang aja. Hemat! Itu buat yang pake Snowman tadi lho ya. Buat yang pake mahal-mahal, terserah lo deh mau beli warna apapun. Mau mejikuhibiniu juga monggo&#8230;</p>
<p><strong>4. Penggaris</strong></p>
<p>Penggaris itu macem-macem. Mulai dari bahan, merek, bentuk, sampai warna. Soal bahan, buat gambar yang paling enak ya penggaris mika. Penggaris besi lebih cocoknya buat proses bikin maket, misalnya buat dipake waktu motong karton pake<em> cutter</em> supaya garisnya tetep rapi dan lurus. Boleh juga buat kamu yang suka iseng <em>nyeplesin</em> bokong temen yang lewat depan meja kamu. Dan buat yang diceples, pastinya penggaris besi sangat cocok buat nampar muka tuh orang iseng. <em>Fair enough, eh?</em></p>
<p>Untuk urusan merek, lagi-lagi nggak jauh-jauh dari harga. Kalau mau murah, beli aja penggaris Butterfly yang bisa dengan mudah kamu temuin di fotokopian. Yang mahalan, ya Rotring atau Maped. Terserah juga mau beli yang mana, asal inget-inget aja kalau harga berbanding lurus sama mutu. Penggaris Butterfly emang murah, seribu lima ratus paling juga udah dapet yang 30 cm. Tapi, konsekuensinya kamu musti sering-sering ganti penggaris, soalnya selain tulisan skalanya gampang banget pudar, penggaris Butterfly tuh gampang banget <em>trepes</em> pinggirannya Nggak rata gitu lho.</p>
<p>Soal bentuk juga macem-macem. Ada penggaris segitiga yang dilengkapi <em>grip</em> (pegangan) buat jarinya. Ini mantep banget nih buat gambar, apalagi kalau daerahnya kritis kayak yang merepet-merepet pinggiran kertas gambar gitu. Plus, penggaris model begini juga biasanya ada ala-ala busurnya. Jadi bisa sekalian buat ngegambar sudut. Selain itu, ada juga penggaris segitiga siku-siku yang paling enak buat bikin garis sejajar dan tentunya sudut siku-siku.</p>
<p>Kalau mau bikin lingkaran yang nggak ditentuin pasti diameternya, bisa pake penggaris mal yang udah ada buletan-buletannya berbagai ukuran. Tapi kalau emang lingkarannya udah ditentuin ukurannya dan ternyata nggak ada di mal, paling aman ya pake jangka. Kalau mau beli jangka pun kalau bisa yang <em>drawing pen</em> bisa masuk ya, jangka yang biasanya pake lubang buat diisi pensil dan dikencengin pake skrup itu lho. Kadang-kadang soalnya suka disuruh bikin lingkaran pake tinta. Kalau <em>freehand</em> kan agak nggak bagus, nggak rapi jadinya.</p>
<p>Kembali ke penggaris. Sebenernya masih banyak lagi model-model penggaris lain yang bisa disesuaikan sama kebutuhan. Untuk sementara, saya rasa yang paling wajib punya ya beberapa penggaris lurus standar berbagai ukuran sama penggaris segitiga yang pake <em>grip</em> tadi. Penggaris lurusnya perlu berbagai ukuran menyesuaikan kebutuhan. Paling gampang sih beli yang 30 cm, yang lebih pendek dari itu (15/20 cm), dan yang lebih panjang (40/50/60 cm atau sekalian yang 1 m). Emang sih seharusnya beli satu penggaris panjang, katakanlah 60 cm, harusnya udah nge-cover ukuran penggaris yang lain. Tapi berdasarkan pengalaman pribadi, pakai penggaris segituan buat bikin garis yang cuma 5 atau 10 cm juga agak ngerepotin. Makanya, paling aman ya sedia penggaris berbagai ukuran tadi.</p>
<p><strong>5. Pensil warna</strong></p>
<p>Yang ini nggak kalah penting juga karena kebanyakan tugas gambar, terutama tugas besar, itu perlu diwarnai. Saya dulu diwanti-wanti banget sama dosen saya buat beli pensil warna yang mereknya jelas kayak Faber Castell atau Luna. Dan waktu itu pun disuruh belinya minimal yang 36 warna. Agak mahal sih emang, tapi ya namanya kualitas ya. Daripada beli pensil warna murah-murah yang nggak jelas yang ujung-ujungnya bikin nilai kita juga murah gara-gara warnanya ikutan nggak jelas, hayo?</p>
<p>Dan menurut saya, pensil warna ini emang paling bener ya beli sendiri, bukan minjem apalagi <em>nyetek</em> punye orang. Masalahnya kalau mewarnai itu kan nggak mungkin cuma butuh satu warna kan. Nah, kalau minjem biasanya pasti langsung ambil beberapa warna. Padahal mungkin warna itu juga lagi dibutuhin sama yang punya. Belum lagi kalau pinjem-pinjeman itu resiko nggak baliknya gede banget karena pensilnya suka dioper ke sana kemari dan akhirnya ilang <em>ketlisut</em>. Buat yang minjem sih <em>fine-fine</em> aja, buat yang barangnya dipinjem tuh ngeganggu banget. Makanya, kalau kamu ngerasa sebagai seorang mahasiswa yang baik dan tidak suka merepotkan teman, mendingan punya sendiri deh pensil warnanya.</p>
<p>Tips lagi nih buat yang mau beli pensil warna. Pensil warna di pasaran kan ada dua tuh, yang biasa (<em>classic color</em>) sama yang <em>water color</em>. Yang <em>water color</em> ini emang canggih sih, bisa jadi pensil warna biasa dan kalau diusapin air efeknya jadi ala-ala cat air gitu. Tapi buat yang nggak <em>expert</em> sama cat air, saran saya sih beli yang<em> classic</em> aja. Kalau emang kamu cuma bisa mewarnai ala kadarnya dan nggak biasa maenan air, pensil warna <em>water color</em> ini malah bikin rugi. Soalnya, pensil warna jenis ini tuh cepet banget habis saking lunaknya. Otomatis, kamu musti sering-sering nyerutin deh. Ditambah lagi, <em>water color</em> ini kurang bisa dipakai ngewarnai bidang gambar yang kecil atau sempit. Penyebabnya ya tadi, terlalu lunak, jadi bentaran dipakai permukaannya udah cepet melebar.</p>
<p>Yah, untuk sementara benda-benda ini dulu yang masuk daftar <em>to-have list</em>. Yang jelas, seiring waktu berlalu nanti pasti bakal ada benda-benda lain yang juga menuntut untuk dimiliki. Tinggal kita berharap aja semoga &#8216;tuntutannya&#8217; nggak terlalu tinggi. (*)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahasiswaarsitektur.wordpress.com&amp;blog=21525196&amp;post=77&amp;subd=mahasiswaarsitektur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/08/08/yang-perlu-dipersiapkan-oleh-mahasiswa-baru-arsitektur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/58186fb71f06beb04e315095a188c467?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">uzianaknakal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jadi Arsitek (Tidak) Harus Pintar Menggambar (part 1)</title>
		<link>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/08/05/jadi-arsitek-tidak-harus-pintar-menggambar-part-1/</link>
		<comments>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/08/05/jadi-arsitek-tidak-harus-pintar-menggambar-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2011 04:33:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ronny fauzi</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat mahasiswa arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[arsitektur ITS]]></category>
		<category><![CDATA[dosen ITS]]></category>
		<category><![CDATA[gambar]]></category>
		<category><![CDATA[gambar perspektif]]></category>
		<category><![CDATA[jago gambar]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[perancangan arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[perspektif]]></category>
		<category><![CDATA[perspektif mata burung]]></category>
		<category><![CDATA[perspektif normal]]></category>
		<category><![CDATA[teknik gambar arsitektur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/08/05/jadi-arsitek-tidak-harus-pintar-menggambar-part-1/</guid>
		<description><![CDATA[Dimuat pula di ronnyfauzi.wordpress.com dan mahasiswaarsitektur.co.cc Beberapa hari lalu, tiba-tiba saja seorang adik kelas yang telah memastikan diri masuk jurusan arsitektur ITS, mengikuti jejak saya, mengirimi saya pesan singkat. Dia, entah bertanya atau curhat, bilang bahwa ia nol sama sekali tentang materi arsitektur dan bingung harus bagaimana. Apalagi, ia minder begitu melihat blog teman seangkatan &#8230;<p><a href="http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/08/05/jadi-arsitek-tidak-harus-pintar-menggambar-part-1/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahasiswaarsitektur.wordpress.com&amp;blog=21525196&amp;post=72&amp;subd=mahasiswaarsitektur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dimuat pula di <a href="http://ronnyfauzi.wordpress.com/" target="_blank">ronnyfauzi.wordpress.com</a> dan <a title="mahasiswa arsitektur" href="http://www.mahasiswaarsitektur.co.cc/" target="_blank">mahasiswaarsitektur.co.cc</a></em></p>
<p>Beberapa hari lalu, tiba-tiba saja seorang adik kelas yang telah memastikan diri masuk jurusan arsitektur ITS, mengikuti jejak saya, mengirimi saya pesan singkat. Dia, entah bertanya atau curhat, bilang bahwa ia nol sama sekali tentang materi arsitektur dan bingung harus bagaimana. Apalagi, ia minder begitu melihat blog teman seangkatan saya yang memajang hasil sketsa dan gambarnya selama dua semester ini karena, menurutnya, ia tidak begitu jago menggambar. Untuk yang pertama, saya tanggapi sambil senyam-senyum saja. Ya barang tentu dia belum tahu apa-apa tentang arsitektur <em>lha wong</em> memang belum mulai kuliah. Tujuan kuliah itu <em>kan</em> ya supaya jadi tahu dan paham serta bisa &#8220;berarsitektur&#8221;. Sedang untuk masalah minder tadi, saya hanya bilang, &#8220;Tenang, nanti <em>kan</em> diajarin cara nggambarnya.&#8221; Tampaknya, jawaban saya cukup bisa diterima olehnya. Entah begitu atau dia sungkan bertanya lebih jauh lagi.</p>
<p>Sebenarnya, saya bisa saja bilang kepadanya bahwa jadi arsitek itu tidak harus pintar menggambar. Dengan begitu, ia tentu bisa jadi lebih tenang. Namun, itu berarti sama saja dengan menjual pepesan kosong kepadanya, seperti halnya saya yang merasa ditipu oleh salah satu dosen kami setahun yang lalu. Saya masih ingat sewaktu IPITS (semacam MOS kalau di SMA) salah satu dosen arsitektur ITS yang bernama Pak Wahyu menunjukkan pada kami, para mahasiswa baru, foto-foto hasil rancangan arsitek terkenal di seluruh dunia. Melihat kami semua terperangah, beliau lalu menjelaskan -sekaligus menerbitkan harapan kami- bahwa kami pun bisa menghasilkan karya yang seperti itu. Dan untuk itu, ini yang paling membuai: <em>kami tidak harus pandai menggambar</em>. Selama ini, paradigma yang terbentuk memang arsitek itu sama dengan menggambar. Lebih spesifik lagi, arsitek itu gambarnya bagus. Beliau lantas mencontohkan Frank Gary. Meskipun karyanya sudah sedemikian terkenal, ternyata ia bukanlah seorang yang jago menggambar. Bahkan, menurut Pak Wahyu, gambarnya tidaklah lebih bagus dari hasil corat-coret anak TK. Sketsa yang sedemikian indahnya ternyata adalah hasil karya asistennya. Jadi, Frank Gehry yang memiliki idenya, dan asistennya yang bertugas memvisualisasikannya dalam gambar. Diberi cerita seperti ini, tentu semangat kami -terutama yang merasa kemampuan menggambarnya payah- jadi lantas berkobar-kobar.<a href="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/08/photo_of_architect_on_site.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-88" title="photo_of_architect_on_site" src="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/08/photo_of_architect_on_site.jpg?w=300&#038;h=197" alt="architect, arsitek, arsitek telepon, kerja arsitek" width="300" height="197" /></a></p>
<p>Sayang seribu sayang, kobaran semangat itu tidak bertahan lama, bahkan nyaris padam begitu memasuki masa perkuliahan. Dua mata kuliah yang menguasai separo dari keseluruhan jumlah sks pada semester satu (masing-masing 6 sks &amp; 3 sks) ternyata mengharuskan kami maraton menggambar. Dua mata kuliah itu disebut Perancangan Arsitektur 1 dan Komunikasi Arsitektur. Komunikasi? Ya, tapi bukan yang ngomong-ngomong itu. Coba Anda pikirkan. Kalau seorang penyiar radio berkomunikasi dengan kata-kata, seorang presenter televisi dengan kata-kata plus <em>gesture</em> (gerak tubuh), maka seorang arsitek harusnya berkomunikasi dengan&#8230; GAMBAR! Tepat sekali. <em>Yah</em>, kata-kata dan gerak tubuh juga sih. Tapi kalau gambarnya saja tidak ada, apa yang mau disampaikan coba.</p>
<p>Dan menggambar di sini bukanlah menggambar pemandangan dua buah gunung dengan matahari terbit di tengahnya plus jalanan yang semakin menuju gunung ukurannya semakin kecil sampai jadi lancip. Oh, tidak lupa sebuah rumah dan sawah di tepi jalan. Plus, jangan lupakan juga kawanan burung yang sedang terbang di atas langit. Tapi sayangnya bukan, bukan itu. Menggambar di sini adalah menggaris tanpa penggaris, tidak boleh menggunakan penghapus, harus menggunakan teknik tebal-tipis, <em>rendering</em> (arsiran) untuk menghasilkan bayangan, dan digambar secara perspektif, umumnya perspektif normal, tapi dalam beberapa kasus bisa jadi perspektif mata burung, tergantung permintaan. Yah, itu semua ditambah kemampuan mewarnai (bukan yang sekelas anak TK atau SD yang baru belajar menggambar lho ya) dan kemampuan berpikir spasial. Yah, kurang lebih semua itu.</p>
<p>Tak heran, saya dan beberapa orang teman saya sempat merasa stress waktu awal-awal itu. Saya bahkan sempat menganggap dosen tadi seorang pembohong. Namun, setelah saya pikir-pikir lagi, dosen saya tidak bohong <em>kok</em>. Beliau memang berkata kalau jadi seorang arsitek itu tidak harus pintar menggambar, tapi beliau tidak berkata bahwa hal yang sama juga berlaku saat Anda menjadi seorang MAHASISWA ARSITEKTUR kan? Sejak itu saya paham. Beliau tidak salah. Saya yang salah.</p>
<p>Fakta tersebut -fakta saya menyadari bahwa saya salah- sayangnya tidak membuat gambar saya jadi bagus. Tetapi, saya kemudian mempelajari bahwa kemampuan menggambar memang bukanlah yang utama. Yah, sangat dibutuhkan <em>sih</em>, tapi bukan yang utama. Lantas apa dong yang utama? Saya akan jelaskan, tapi nanti dulu ya, di postingan kedua saya biar Anda penasaran (alesan aja sih sebenarnya karena males nulis panjang-panjang).</p>
<p><em>bersambung</em>&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahasiswaarsitektur.wordpress.com&amp;blog=21525196&amp;post=72&amp;subd=mahasiswaarsitektur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/08/05/jadi-arsitek-tidak-harus-pintar-menggambar-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/58186fb71f06beb04e315095a188c467?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">uzianaknakal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/08/photo_of_architect_on_site.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">photo_of_architect_on_site</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bentar, Sibuk Nggarap Tugas&#8230;</title>
		<link>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/05/13/bentar-sibuk-nggarap-tugas/</link>
		<comments>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/05/13/bentar-sibuk-nggarap-tugas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 07:52:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ronny fauzi</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat mahasiswa arsitektur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Bentar ya, saya sedang sibuk nggarap tugas. Sedang sibuk galau. Bloggingnya nanti dulu, kalau saya sudah pasti dapat A. Salam lembur!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahasiswaarsitektur.wordpress.com&amp;blog=21525196&amp;post=65&amp;subd=mahasiswaarsitektur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bentar ya, saya sedang sibuk nggarap tugas. Sedang sibuk galau. Bloggingnya nanti dulu, kalau saya sudah pasti dapat A.</p>
<p>Salam lembur!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahasiswaarsitektur.wordpress.com&amp;blog=21525196&amp;post=65&amp;subd=mahasiswaarsitektur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/05/13/bentar-sibuk-nggarap-tugas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/58186fb71f06beb04e315095a188c467?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">uzianaknakal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inilah yang (Mungkin) Terjadi</title>
		<link>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/04/25/inilah-yang-mungkin-terjadi/</link>
		<comments>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/04/25/inilah-yang-mungkin-terjadi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Apr 2011 03:09:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ronny fauzi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/04/25/inilah-yang-mungkin-terjadi/</guid>
		<description><![CDATA[Anak-anak jurusan lain berpikir tentang anak despro dan arsitektur: &#34;Enak ya&#8230; tugasnya tiap hari cuma menggambar, mewarnai, dan bikin prakarya kayak anak TK-SD.&#34; Anak-anak despro dan arsitektur berpikir tentang anak jurusan lain: &#34;Enak ya&#8230; tugasnya tiap hari tinggal mbacem, nggak pake lembur, dan nggak abis duit banyak.&#34;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahasiswaarsitektur.wordpress.com&amp;blog=21525196&amp;post=64&amp;subd=mahasiswaarsitektur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anak-anak jurusan lain berpikir tentang anak despro dan arsitektur: &quot;Enak ya&#8230; tugasnya tiap hari cuma menggambar, mewarnai, dan bikin prakarya kayak anak TK-SD.&quot;</p>
<p>Anak-anak despro dan arsitektur berpikir tentang anak jurusan lain: &quot;Enak ya&#8230; tugasnya tiap hari tinggal mbacem, nggak pake lembur, dan nggak abis duit banyak.&quot;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahasiswaarsitektur.wordpress.com&amp;blog=21525196&amp;post=64&amp;subd=mahasiswaarsitektur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/04/25/inilah-yang-mungkin-terjadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/58186fb71f06beb04e315095a188c467?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">uzianaknakal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Ampuh Menghilangkan Mimpi Buruk</title>
		<link>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/04/04/cara-ampuh-menghilangkan-mimpi-buruk/</link>
		<comments>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/04/04/cara-ampuh-menghilangkan-mimpi-buruk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 08:55:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ronny fauzi</dc:creator>
				<category><![CDATA[guyonan mahasiswa arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[cara ampuh menghilangkan mimpi buruk]]></category>
		<category><![CDATA[intermezzo]]></category>
		<category><![CDATA[obrolan mahasiswa arsitektur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/04/04/cara-ampuh-menghilangkan-mimpi-buruk/</guid>
		<description><![CDATA[A: &#8220;Eh, katanya lo akhir-akhir ini sering mimpi buruk ya? Kayaknya gue ada solusi buat lo deh.&#8221; B: &#8220;Sumpah lo? Apaan? Kasih tahu dong&#8230;&#8221; A: &#8220;Lo masuk arsitektur aja. Semenjak gue masuk arsitektur, gue udah nggak pernah mimpi buruk lagi.&#8221; B: &#8220;Kok bisa?&#8221; A: &#8220;Yaa&#8230; gimana mau mimpi buruk, wong tugasnya aja bikin nggak pernah &#8230;<p><a href="http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/04/04/cara-ampuh-menghilangkan-mimpi-buruk/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahasiswaarsitektur.wordpress.com&amp;blog=21525196&amp;post=38&amp;subd=mahasiswaarsitektur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><a href="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/04/homer-sleep11.gif"><img class="aligncenter size-medium wp-image-52" title="homer-sleeping" src="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/04/homer-sleep11.gif?w=300&#038;h=209" alt="homer sleeping, sleping homer, the simpsons, homer the simpsons, sleep, sleeping, dream, dreaming, mimpi, tidur, homer tidur, homer mimpi" width="300" height="209" /></a></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">A: &#8220;Eh, katanya lo akhir-akhir ini sering mimpi buruk ya? Kayaknya gue ada solusi buat lo deh.&#8221;</p>
<p>B: &#8220;Sumpah lo? Apaan? Kasih tahu dong&#8230;&#8221;</p>
<p>A: &#8220;Lo masuk arsitektur aja. Semenjak gue masuk arsitektur, gue udah nggak pernah mimpi buruk lagi.&#8221;</p>
<p>B: &#8220;Kok bisa?&#8221;</p>
<p>A: &#8220;Yaa&#8230; gimana mau mimpi buruk, wong tugasnya aja bikin nggak pernah tidur.&#8221;</p>
<p>B: &#8220;&#8230;&#8221;</p>
<p>***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahasiswaarsitektur.wordpress.com&amp;blog=21525196&amp;post=38&amp;subd=mahasiswaarsitektur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/04/04/cara-ampuh-menghilangkan-mimpi-buruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/58186fb71f06beb04e315095a188c467?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">uzianaknakal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/04/homer-sleep11.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">homer-sleeping</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Architecture Quotes</title>
		<link>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/04/04/architecture-quotes/</link>
		<comments>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/04/04/architecture-quotes/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 08:48:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ronny fauzi</dc:creator>
				<category><![CDATA[quotes arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[architecture quotes]]></category>
		<category><![CDATA[arsitektur dan bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[creativity quotes]]></category>
		<category><![CDATA[dosen arsitektur ITS]]></category>
		<category><![CDATA[kreativitas]]></category>
		<category><![CDATA[kutipan arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[quote]]></category>
		<category><![CDATA[quotes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/04/04/architecture-quotes/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Arsitektur bukan produk massal. Arsitektur itu eksklusif. - Ir. M. Salatoen P., MT. - Arsitektur itu subjektif. Bangunan itu objektif. - Prof. Dr. Ir. Josef Prijotomo, M Arch - Kreativitas itu tidak bisa hanya ditunggu. Kreativitas didapat dengan melakukan. - Ir. H. Andy Mappajaya, MT. -<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahasiswaarsitektur.wordpress.com&amp;blog=21525196&amp;post=32&amp;subd=mahasiswaarsitektur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><a href="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/04/speech-balloon.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-62" title="speech-balloon" src="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/04/speech-balloon.jpg?w=300&#038;h=285" alt="speech balloon, quotes, quote, quotes balloon, architecture quotes" width="300" height="285" /></a></p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;"><strong><em>Arsitektur bukan produk massal. Arsitektur itu eksklusif.</em></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>- Ir. M. Salatoen P., MT. -</strong></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:left;"><strong><em>Arsitektur itu subjektif.</em></strong><br />
<strong><em> Bangunan itu objektif.</em></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>-  Prof. Dr. Ir. Josef Prijotomo, M Arch -</strong></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:left;"><strong><em>Kreativitas itu tidak bisa hanya ditunggu. Kreativitas didapat dengan melakukan.</em></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>- Ir. H. Andy Mappajaya, MT. -</strong></p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahasiswaarsitektur.wordpress.com&amp;blog=21525196&amp;post=32&amp;subd=mahasiswaarsitektur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/04/04/architecture-quotes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/58186fb71f06beb04e315095a188c467?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">uzianaknakal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/04/speech-balloon.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">speech-balloon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengertian Denah, Tampak, dan Potongan dalam Arsitektur</title>
		<link>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/04/04/pengertian-denah-tampak-dan-potongan-dalam-arsitektur/</link>
		<comments>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/04/04/pengertian-denah-tampak-dan-potongan-dalam-arsitektur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 07:47:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ronny fauzi</dc:creator>
				<category><![CDATA[gambar teknik]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[definisi denah]]></category>
		<category><![CDATA[definisi layout]]></category>
		<category><![CDATA[definisi potongan]]></category>
		<category><![CDATA[definisi site plan]]></category>
		<category><![CDATA[definisi tampak]]></category>
		<category><![CDATA[definisi tampak arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi denah]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi potongan]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi tampak]]></category>
		<category><![CDATA[gambar kerja]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian denah]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian layout]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian potongan]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian site plan]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian tampak]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian tampak arsitektur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/04/04/pengertian-denah-tampak-dan-potongan-dalam-arsitektur/</guid>
		<description><![CDATA[Pada semester satu lalu, saya pernah mendapat mata kuliah Komunikasi Arsitektur. Awalnya saya kira matkul ini akan banyak membicarakan tentang, misalnya, bagaimana cara berproses dengan klien, bagaimana cara mempresentasikan proyek, dsb. Namun, pada kenyataannya, media komunikasi yang dimaksud di sini berbeda. Sebagai seorang calon arsitek, kami tidak banyak &#8220;berbicara&#8221; dengan kata, melainkan dengan gambar. Ya, &#8230;<p><a href="http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/04/04/pengertian-denah-tampak-dan-potongan-dalam-arsitektur/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahasiswaarsitektur.wordpress.com&amp;blog=21525196&amp;post=17&amp;subd=mahasiswaarsitektur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada semester satu lalu, saya pernah mendapat mata kuliah Komunikasi Arsitektur. Awalnya saya kira matkul ini akan banyak membicarakan tentang, misalnya, bagaimana cara berproses dengan klien, bagaimana cara mempresentasikan proyek, dsb. Namun, pada kenyataannya, media komunikasi yang dimaksud di sini berbeda. Sebagai seorang calon arsitek, kami tidak banyak &#8220;berbicara&#8221; dengan kata, melainkan dengan gambar. Ya, gambar. Alhasil, sebagian besar jam matkul ini banyak diisi oleh kegiatan menggambar, termasuk berlatih menggambar berbagai garis secara <em>freehand</em>, mengarsir, dan juga mempelajari pedoman-pedoman grafik dalam arsitektur.</p>
<p>Salah satu tugas yang diberikan di awal masa perkuliahan adalah membuat buku yang berisi tentang definisi atau pengertian, fungsi, penjelasan, serta contoh dari gambar-gambar teknik sebuah bangunan seperti denah, lay out, site plan, tampak, serta potongan. Tugas ini dikerjakan secara berkelompok. Tapi, pada waktu itu, karena masih belum tahu banyak, kami kesulitan mencari referensi yang baik dan pas. Nah, kali ini, saya mencoba menuliskan hasil catatan saya sebagai referensi bagi Anda para mahasiswa yang mungkin mendapat tugas serupa atau siapapun yang ingin belajar tentang bab ini. Selamat membaca!<span id="more-17"></span></p>
<p><strong>Denah</strong></p>
<p><a href="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/04/denah-lantai-11.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-44" style="margin-left:5px;margin-right:5px;" title="Denah-Lantai-11" src="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/04/denah-lantai-11.jpg?w=545" alt="gambar denah, denah rumah mediterania, denah dua lantai, gambar kerja denah"   /></a>Definisi: Denah adalah tampak atas bangunan yang terpotong secara horizontal setinggi 1m dari ketinggian 0.00 sebuah bangunan dengan bagian atas bangunan dibuang/dihilangkan.</p>
<p>Fungsi denah antara lain untuk menunjukkan:</p>
<p>- fungsi ruang<br />
- susunan ruang<br />
- sirkulasi ruang<br />
- dimensi ruang<br />
- letak pintu dan bukaan<br />
- isi ruang<br />
- fungsi utilitas ruang (air, listrik, AC, dll.) pada denah-denah tertentu</p>
<p>Pada gambar denah presentasi, biasanya bagian dinding yang terpotong hanya diblok dengan warna hitam, sementara kolom diberi warna putih untuk pembedaan. Sedangkan, pada gambar teknik untuk pekerjaan lapangan, bagian yang terpotong tersebut perlu dilengkapi dengan notasi material sebagai pedoman pengerjaan.</p>
<p>Untuk ketebalan, bagian yang terpotong digambar dengan garis yang lebih tebal. Furnitur dalam ruangan, kecuali tingginya melebihi 1m dari level 0.00 yang ditentukan, digambar dengan garis yang lebih tipis.</p>
<p><strong>Layout</strong></p>
<p>Denah yang dilengkapi dengan lingkungan, jalan, dan bangunan di sekitarnya.</p>
<p><strong>Kawasan</strong></p>
<p>Layout yang luasnya melebihi kota/desa/wilayah.</p>
<p><strong>Site Plan</strong></p>
<p>Tampak atas bangunan yang dilegkapi dengan lingkungan sekitarnya.</p>
<p><strong>Tampak</strong></p>
<p>Definisi: Wujud bangunan secara dua dimensi yang terlihat dari luar bangunan.<a href="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/04/tampak-depan3.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-45" title="Tampak-Depan3" src="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/04/tampak-depan3.jpg?w=300&#038;h=212" alt="tampak depan, gambar tampak arsitektur, tampak depan rumah mediterania, tampak depan rumah dua lantai" width="300" height="212" /></a></p>
<p>Fungsi gambar tampak antara lain untuk menunjukkan:</p>
<p>- dimensi bangunan<br />
- proporsi<br />
- gaya arsitektur<br />
- warna &amp; material<br />
- estetika</p>
<p>Karena digambar secara dua dimensi, pada gambar tampak kemungkinan akan ada beberapa bagian bangunan yang ukurannya menjadi tidak sesuai dengan ukuran yang sebenarnya (sesuai skala), yakni garis atau bidang yang tidak sejajar dengan bidang gambar. Untuk arah pandang sendiri tidak tergantung pada suatu patokan yang pasti. Bisa jadi gambar tampak dinamai sesuai dengan arah mata angin (tampak utara, tampak timur, dll.) atau dinamai sesuai view tertentu seperti tampak dari danau, tampak dari jalan raya, dsb. Selain itu bisa juga diberi nama tampak A, tampak B, dst. Sesuai keinginan dari sang arsitek yang ditentukan pada denah.</p>
<p><strong>Potongan</strong></p>
<p><a href="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/04/potongan2.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-46" title="Potongan2" src="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/04/potongan2.jpg?w=300&#038;h=212" alt="gambar potongan, gambar kerja potongan, gambar potongan rumah dua lantai" width="300" height="212" /></a>Gambar dari suatu bangunan yang dipotong vertikal pada sisi yang ditentukan (tertera pada denah) dan memperlihatkan isi atau bagian dalam bangunan tersebut.</p>
<p>Fungsi potongan untuk menunjukkan:</p>
<p>- Struktur bangunan<br />
- Dimensi tinggi ruang</p>
<p>Untuk kriteria penggambaran, potongan kurang lebih sama dengan denah. Bagian yang terpotong digaris tebal dengan notasi material bila merupakan gambar kerja.</p>
<p>Ada juga yang disebut potongan ortogonal, yaitu gambar potongan yang berkesan tiga dimensi karena digambar dengan teknik gambar perspektif satu titik lenyap. Letak titiknya sendiri berada di tengah bangunan.</p>
<p>Sebuah catatan dari Ronny Fauzi. Semoga bermanfaat!(*)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahasiswaarsitektur.wordpress.com&amp;blog=21525196&amp;post=17&amp;subd=mahasiswaarsitektur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/04/04/pengertian-denah-tampak-dan-potongan-dalam-arsitektur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/58186fb71f06beb04e315095a188c467?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">uzianaknakal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/04/denah-lantai-11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Denah-Lantai-11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/04/tampak-depan3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tampak-Depan3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/04/potongan2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Potongan2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Psikologi Warna dalam Arsitektur</title>
		<link>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/03/31/psikologi-warna-dalam-arsitektur/</link>
		<comments>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/03/31/psikologi-warna-dalam-arsitektur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 08:55:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ronny fauzi</dc:creator>
				<category><![CDATA[psikologi arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[architectural psychology]]></category>
		<category><![CDATA[arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[color]]></category>
		<category><![CDATA[color psychology]]></category>
		<category><![CDATA[color swatch]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi warna]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi warna dalam arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[warna]]></category>
		<category><![CDATA[warna dalam arsitektur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Warna merupakan salah satu elemen penting dalam arsitektur. Sebuah objek yang serupa tapi diberi sentuhan warna yang berbeda akan menimbulkan kesan yang berbeda pula. Tiap-tiap warna dan karakternya mampu memberi efek secara psikologis tersendiri bagi orang yang melihat. Karakter-karakter tersebut antara lain: Putih Memberi arti keaslian, kesan ringan, polos dan murni. Bila terlalu banyak, menimbulkan &#8230;<p><a href="http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/03/31/psikologi-warna-dalam-arsitektur/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahasiswaarsitektur.wordpress.com&amp;blog=21525196&amp;post=13&amp;subd=mahasiswaarsitektur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Warna merupakan salah satu elemen penting dalam arsitektur. Sebuah objek yang serupa tapi diberi sentuhan warna yang berbeda akan menimbulkan kesan yang berbeda pula. Tiap-tiap warna dan karakternya mampu memberi efek secara psikologis tersendiri bagi orang yang melihat. Karakter-karakter tersebut antara lain:</p>
<p><strong><a href="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-white-copy.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-22" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="color-swatch-white-copy" src="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-white-copy.jpg?w=545" alt=""   /></a>Putih</strong></p>
<p>Memberi arti keaslian, kesan ringan, polos dan murni. Bila terlalu banyak, menimbulkan perasaan dingin, steril, dan terisolasi.</p>
<p><strong><a href="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-pink.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-23" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="color-swatch-pink" src="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-pink.jpg?w=545" alt=""   /></a>Merah Muda</strong></p>
<p>Melambangkan kasih sayang dan perasaan romantis, kesan lembut serta sosok orang muda bahkan anak-anak.</p>
<p><strong><a href="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-red.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-24" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="color-swatch-red" src="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-red.jpg?w=545" alt=""   /></a>Merah</strong></p>
<p>Memberi kesan dinamis, enerjik, komunikatif, aktif, bersemangat, sensual, mewah, dan bersifat menstimulasi. Bila terlalu banyak, bisa merangsang perilaku agresif.<span id="more-13"></span></p>
<p><img title="More..." src="http://ronnyfauzi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /></p>
<p><strong><a href="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-orange-copy.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-25" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="color-swatch-orange-copy" src="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-orange-copy.jpg?w=545" alt=""   /></a>Oranye</strong></p>
<p>Menggambarkan sosialisasi yang bersahabat, percaya diri, ramah dan kesan penuh harapan, kreativitas serta vitalitas. Bila terlalu banyak, bisa merangsang perilaku hiperaktif.</p>
<p><strong><a href="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-yellow.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-26" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="color-swatch-yellow" src="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-yellow.jpg?w=545" alt=""   /></a>Kuning</strong></p>
<p>Mampu memancarkan kehangatan, cahaya dan cerah, memberi inspirasi, mendorong ekspresi diri maupun kemampuan intelektual.</p>
<p><strong><a href="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-purple.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-27" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="color-swatch-purple" src="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-purple.jpg?w=545" alt=""   /></a>Ungu</strong></p>
<p>Dekat dengan aura spiritualitas, magis, misterius, menarik perhatian, memancarkan kekuatan, menambah imajinasi, sensitivitas dan obsesif.</p>
<p><strong><a href="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-blue1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-28" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="color-swatch-blue1" src="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-blue1.jpg?w=545" alt=""   /></a>Biru</strong></p>
<p>Menghadirkan kesan teduh, dingin, hening, damai, tentram, harmonis, dan merangsang kemampuan intuitif. Namun, bila terlau banyak, bisa menimbulkan kelesuan.</p>
<p><strong><a href="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-green.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-30" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="color-swatch-green" src="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-green.jpg?w=545" alt=""   /></a>Hijau</strong></p>
<p>Menyiratkan kesan alamiah, segar, tenang, sejuk, mendorong perasaan empati, meredakan stress dan menyembuhkan. Tapi bila terlalu banyak bisa menimbulkan kesan terperangkap.</p>
<p><strong><a href="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-brown-copy2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-31" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="color-swatch-brown-copy2" src="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-brown-copy2.jpg?w=545" alt=""   /></a>Cokelat</strong></p>
<p>Berkesan natural, membumi, stabil, menghadirkan kenyamanan, keyakinan, keamanan, kesan elegan dan akrab. Bila terlalu banyak bisa berkesan berat atau kaku.</p>
<p><strong><a href="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-black.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-33" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="color-swatch-black" src="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-black.jpg?w=545" alt=""   /></a>Hitam</strong></p>
<p>Mengandung kekuatan, penuh percaya diri, kesan maskulin, dramatis, penuh perlindungan, klasik dan megah. Bila terlalu banyak bisa menimbulkan perasaan tertekan.</p>
<p><strong><a href="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-gray.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-35" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="color-swatch-gray" src="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-gray.jpg?w=545" alt=""   /></a>Abu-abu</strong></p>
<p>Menggambarkan kesan serius, damai, independen, dan luas. Bila terlalu banyak, bisa memberi kesan tidak komunikatif.</p>
<p>Agar tidak monoton, warna-warna tersebut dapat dikombinasikan satu sama lain dalam beberapa cara. Yang pertama adalah kombinasi kontras atau komplementer, contohnya warna merah-hijau. Kombinasi seperti ini mampu menimbulkan kesan dinamis, dominan, atau kuat.</p>
<p>Yang kedua adalah kombinasi analog, yaitu kombinasi antara warna-warna yang memiliki karakter serupa, misalnya kuning-oranye. Kesan harmonislah yang dimunculkan oleh kombinasi macam ini.</p>
<p>Berikutnya, kombinasi monokromatis yang memadukan warna-warna dengan intensitas yang sama seperti gradasi ungu tua, ungu muda, dan warna pastelnya.</p>
<p>Terakhir adalah kombinasi kompleks yang memadukan warna apa saja. Kunci dari kombinasi ini adalah kuantitas warna yang dipakai. Untuk menghindari kesan monoton, gunakan satu warna yang dominan dan yang lain hanya sebagai aksen.</p>
<p>Sumber: Majalah ASRI edisi no. 02 Februari 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahasiswaarsitektur.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahasiswaarsitektur.wordpress.com&amp;blog=21525196&amp;post=13&amp;subd=mahasiswaarsitektur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2011/03/31/psikologi-warna-dalam-arsitektur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/58186fb71f06beb04e315095a188c467?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">uzianaknakal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-white-copy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">color-swatch-white-copy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-pink.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">color-swatch-pink</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-red.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">color-swatch-red</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ronnyfauzi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-orange-copy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">color-swatch-orange-copy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-yellow.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">color-swatch-yellow</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-purple.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">color-swatch-purple</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-blue1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">color-swatch-blue1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-green.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">color-swatch-green</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-brown-copy2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">color-swatch-brown-copy2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-black.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">color-swatch-black</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahasiswaarsitektur.files.wordpress.com/2011/03/color-swatch-gray.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">color-swatch-gray</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
